Friday, March 23, 2012

Warungborong Diserang Chikungunya



 
Jum'at, 23 Maret 2012 , 10:31:00

 
CIAMPEA - Penyakit chikungunya menyerang warga Kampung Warungborong, Desa Bojongrangkas. Akibatnya, sekitar 14 orang tak bisa beraktivitas. Salah satu warga RT 04/01 Kampung Warungborong yang terjangkit chikungunya, Lia Yuliasari (34) mengaku, selama seminggu terakhir tubuhnya terasa pegal dan sakit terutama pada pergelangan tangan, kaki serta pundak. ”Setelah salat dan habis duduk, lutut terasa lemas tak bisa berdiri,” ujar guru SMP Pelita itu.

Tak hanya itu, ia juga mengalami pembengkakan pada bagian telapak tangan dan kaki. Bahkan, mual dan tidak nafsu makan. Ia mengatakan, telah datang ke klinik 24 jam untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, tak lama kemudian penyakit kembali kambuh.

Ia mengungkapkan, tetangga yang ada di sekitar rumahnya pun sudah mulai terjangkit penyakit chikungunya. Bahkan, salah satu rekannya terjangkit chikungunya dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Hal serupa dialami salah satu pemilik toko, Tigor (31). Menurut dia, chikungunya menyerang warga sekitar satu minggu. Ia menjelaskan, pemukiman banyak kontrakan dan kandang ayam. ”Istri saya sudah diperiksa dokter, dan positif terkena penyakit chikungunya,” katanya.

Kepala UPT Puskesmas Ciampea, Fitriani mengatakan, belum mengetahui adanya serangan penyakit chikungunya karena tak ada laporan dari dokter yang bertugas mengenai warga yang terjangkit. Ia mengimbau, apabila terdapat warga yang terjangkit chikungunya segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas guna mendapatkan perawatan.

Ia menambahkan, gejala yang diderita pasien apabila terkena penyakit chikungunya adalah demam dan meriang. Selain itu, timbul rasa pegal pada persendian menyerupai penyakit flu tulang. ”Apabila terserang penyakit itu, segera hentikan aktivitas dan banyak istirahat serta minum antibiotik,” katanya.

Ia menyarankan, agar segera dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras bak mandi secara berkala, mengubur barang-barang bekas yang tak diperlukan, jangan menggantung pakaian dan membiarkan air bekas cucian menggenang. Ia mengaku, telah melaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan pengasapan (fogging). Namun, padatnya jadwal membuatnya harus menunggu giliran. ”Semoga fogging dapat cepat terlaksana,” ujarnya.(cr5)

No comments:

Post a Comment