Merdeka.com - Sedikitnya delapan penambang emas liar, atau biasa disebut gurandil tewas setelah tertimbun reruntuhan longsor selama beberapa jam di lubang yang sedang digalinya di area pertambangan emas PT Antam Tbk, Gunung Pongkor, Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (2/4).
Berdasarkan data diperoleh, delapan gurandil yakni Maman, 50, Iding, 20, Yayan, 28, Jana, 32, Amir, 52, Ahmad 28, Dedi 31, dan Nurdin, 20, yang seluruhnya warga Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi baru berhasil dievakuasi pada Kamis (3/4) petang. Dan langsung dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarganya masing-masing.
Kepala Kepolisian Sektor Nanggung AKP Nyoman Suparta membenarkan bahwa di wilayahnya terdapat delapan warga Sukabumi yang sedang melakukan penggalian lubang sedalam 40 meter untuk mencari emas tertimbun tanah dan bebatuan.
"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, saat itu kondisi hujan deras, para korban yang nekad mencari emas sejak pukul 15.30 WIB, Rabu (2/3) sore oleh pihak keluarga dicari karena tidak kunjung pulang," kata AKP Nyoman, Jumat (4/4) siang.
Mereka tertimbun longsor saat berada di kedalaman 40 meter. "Air dan lumpur sempat memenuhi lubang yang mereka gali, saat berusaha menyelamatkan diri, tiba-tiba tumpukan tanah yang mereka gali ambrol dan menutupi lubang," terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, karena lokasi penambangan liarnya berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi. Maka di lokasi tersebut para gurandil yang beroperasi mayoritas orang Sukabumi.
"Diduga mereka memasuki area PT Antam melalui jalan tikus yang berbatasan dengan Sukabumi, tapi masih kita selidiki apa betul area tersebut kawasan milik PT Antam," katanya.
Ia mengaku sudah sering berupaya agar peristiwa serupa tidak terulang, dikarenakan masyarakat nakal dan merasa hasilnya cukup menguntungkan mereka tetap nekad meski taruhannya adalah nyawa.
"Kami bersama PT Antam sering berpatroli, tapi ada saja masyarakat yang kucing-kucingan dengan petugas mencari emas dengan cara menggali tebing dan tanah," tegasnya.
Peristiwa serupa juga sempat terjadi di area tambang level 700 PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Selasa, 21 Mei 2013, menewaskan Eman, 40, gurandil asal Kampung/Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dan melukai Ade, 40, dan Uhen, 35, yang juga warga Malasari.
Tak hanya itu, pada Jumat 25 Mei 2012 juga sempat terjadi dengan jumlah korban tewas sebanyak delapan gurandil di Gunung Pilar, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jasinga, Kabupaten Bogor. Tercatat saat itu delapan gurandil yang tewas.
Berdasarkan data diperoleh, delapan gurandil yakni Maman, 50, Iding, 20, Yayan, 28, Jana, 32, Amir, 52, Ahmad 28, Dedi 31, dan Nurdin, 20, yang seluruhnya warga Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi baru berhasil dievakuasi pada Kamis (3/4) petang. Dan langsung dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarganya masing-masing.
Kepala Kepolisian Sektor Nanggung AKP Nyoman Suparta membenarkan bahwa di wilayahnya terdapat delapan warga Sukabumi yang sedang melakukan penggalian lubang sedalam 40 meter untuk mencari emas tertimbun tanah dan bebatuan.
"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, saat itu kondisi hujan deras, para korban yang nekad mencari emas sejak pukul 15.30 WIB, Rabu (2/3) sore oleh pihak keluarga dicari karena tidak kunjung pulang," kata AKP Nyoman, Jumat (4/4) siang.
Mereka tertimbun longsor saat berada di kedalaman 40 meter. "Air dan lumpur sempat memenuhi lubang yang mereka gali, saat berusaha menyelamatkan diri, tiba-tiba tumpukan tanah yang mereka gali ambrol dan menutupi lubang," terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, karena lokasi penambangan liarnya berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi. Maka di lokasi tersebut para gurandil yang beroperasi mayoritas orang Sukabumi.
"Diduga mereka memasuki area PT Antam melalui jalan tikus yang berbatasan dengan Sukabumi, tapi masih kita selidiki apa betul area tersebut kawasan milik PT Antam," katanya.
Ia mengaku sudah sering berupaya agar peristiwa serupa tidak terulang, dikarenakan masyarakat nakal dan merasa hasilnya cukup menguntungkan mereka tetap nekad meski taruhannya adalah nyawa.
"Kami bersama PT Antam sering berpatroli, tapi ada saja masyarakat yang kucing-kucingan dengan petugas mencari emas dengan cara menggali tebing dan tanah," tegasnya.
Peristiwa serupa juga sempat terjadi di area tambang level 700 PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Selasa, 21 Mei 2013, menewaskan Eman, 40, gurandil asal Kampung/Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dan melukai Ade, 40, dan Uhen, 35, yang juga warga Malasari.
Tak hanya itu, pada Jumat 25 Mei 2012 juga sempat terjadi dengan jumlah korban tewas sebanyak delapan gurandil di Gunung Pilar, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jasinga, Kabupaten Bogor. Tercatat saat itu delapan gurandil yang tewas.
[tyo]