Tuesday, December 18, 2012

Jembatan Lukut Dibiarkan Rusak

NANGGUNG-Belum adanya upaya perbaikan dari Pemkab Bogor, membuat kondisi Jembatan Lukut yang menghubungkan Desa Parakanm uncang dan Kalongliud semakin membahayakan. Terlebih, masih banyak warga yang melintas.

”Saya terpaksa lewat jembatan ini karena tak ada jalan lagi menuju kantor Kecamatan Nanggung, jika harus berputar ke Leuwisadeng terlalu jauh,” kata Ujang (35) warga Desa Bantarkaret kepada Radar Bogor, kemarin.

Ia dan warga lainnya berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar jembatan kembali berfungsi dan aktivitas warga kembali normal. ”Jangan dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

Kasi Ekbang Kecamatan Nanggung, Supriadi menambahkan, aktivitas warga Desa Sukaluyu, Hambaro, Kalongliud, Pangkaljaya dan Bantarkaret terganggu karena memutar ke Leuwisadeng.

Ia mengaku, sudah melarang sepeda motor melewati jembatan karena berbahaya, namun masih ada yang memaksa lewat. ”Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak,” katanya.

Menanggapi masalah ini, Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cigudeg, Budiman menegaskan, telah melaporkan kerusakan jembatan kepada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP).

Bahkan, kata dia, telah ada pemeriksaan kondisi jembatan. ”Untuk sementara, kita sudah usulkan membuat jembatan darurat tapi belum ada perintah selanjutnya,” kata dia.

Mengenai masih banyaknya warga dan motor yang melintas, ia berharap pemerintahan kecamatan memberikan tindakan tegas agar tak ada yang melintas.(cr1)

Friday, March 23, 2012

Warungborong Diserang Chikungunya



 
Jum'at, 23 Maret 2012 , 10:31:00

 
CIAMPEA - Penyakit chikungunya menyerang warga Kampung Warungborong, Desa Bojongrangkas. Akibatnya, sekitar 14 orang tak bisa beraktivitas. Salah satu warga RT 04/01 Kampung Warungborong yang terjangkit chikungunya, Lia Yuliasari (34) mengaku, selama seminggu terakhir tubuhnya terasa pegal dan sakit terutama pada pergelangan tangan, kaki serta pundak. ”Setelah salat dan habis duduk, lutut terasa lemas tak bisa berdiri,” ujar guru SMP Pelita itu.

Tak hanya itu, ia juga mengalami pembengkakan pada bagian telapak tangan dan kaki. Bahkan, mual dan tidak nafsu makan. Ia mengatakan, telah datang ke klinik 24 jam untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, tak lama kemudian penyakit kembali kambuh.

Ia mengungkapkan, tetangga yang ada di sekitar rumahnya pun sudah mulai terjangkit penyakit chikungunya. Bahkan, salah satu rekannya terjangkit chikungunya dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Hal serupa dialami salah satu pemilik toko, Tigor (31). Menurut dia, chikungunya menyerang warga sekitar satu minggu. Ia menjelaskan, pemukiman banyak kontrakan dan kandang ayam. ”Istri saya sudah diperiksa dokter, dan positif terkena penyakit chikungunya,” katanya.

Kepala UPT Puskesmas Ciampea, Fitriani mengatakan, belum mengetahui adanya serangan penyakit chikungunya karena tak ada laporan dari dokter yang bertugas mengenai warga yang terjangkit. Ia mengimbau, apabila terdapat warga yang terjangkit chikungunya segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas guna mendapatkan perawatan.

Ia menambahkan, gejala yang diderita pasien apabila terkena penyakit chikungunya adalah demam dan meriang. Selain itu, timbul rasa pegal pada persendian menyerupai penyakit flu tulang. ”Apabila terserang penyakit itu, segera hentikan aktivitas dan banyak istirahat serta minum antibiotik,” katanya.

Ia menyarankan, agar segera dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras bak mandi secara berkala, mengubur barang-barang bekas yang tak diperlukan, jangan menggantung pakaian dan membiarkan air bekas cucian menggenang. Ia mengaku, telah melaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan pengasapan (fogging). Namun, padatnya jadwal membuatnya harus menunggu giliran. ”Semoga fogging dapat cepat terlaksana,” ujarnya.(cr5)

Thursday, February 9, 2012

ANTAM TINGKATKAN CSR



 
Jum'at, 10 Februari 2012 , 09:19:00

 
NANGGUNG-Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), PT Antam kembali melakukan rotasi kepemimpinan yakni Vice President CSR, Finance dan HR, Carry Mumbunan digantikan Ronal Affan di Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor. 

Hal ini, sesuai dengan Visi ANTAM 2020 menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan yang sehat dan berkelas dunia.

Selama 2009 hingga 2011 kegiatan CSR UBPE berkembang dari berbagai sektor yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan. Berbagai program unggulan telah diimplementasikan secara bertahap, termasuk mengadakan beasiswa bidan yang bersekolah di Akbid Prima Husada Bogor.

Saat lepas sambutnya, Carry mengungkapkan, pelaksanaan CSR tak lepas dari peran semua pihak yakni pemerintahan daerah, kecamatan, desa, media massa, LSM dan masyarakat. “Harapannya, ke depan program CSR lainnya dapat terus berjalan sesuai dengan amanah pemerintah,” katanya.

SUPT Hubungan Eksternal PT Antam, Irwan Supaito menambahkan, ke depan calon bidan ini akan mengabdi di wilayah desanya, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan.

Menurut dia, total biaya beasiswa kebidanan sebesar Rp648 juta.  “Selama tahun 2011, sebanyak delapan beasiswa kebidanan sudah kita berikan. Harapan kami ketika mereka lulus dapat mengabdikan dirinya ke desa,” katanya.(luc)

Ratusan Siswa Belajar di Lantai



 
Jum'at, 10 Februari 2012 , 08:27:00


 
KARAWANG-Bangunan SDN Rengasdengklok Selatan 2, Kabupaten Karawang, yang baru digunakan, terlihat begitu megah. Tapi sayang, sampai saat ini bangunan tersebut belum memiliki meja, kursi dan fasilitas belajar lainnya. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa duduk di lantai mengikuti proses belajar mengajar (KBM).

Bangunan mewah itu terdiri atas tiga tingkat dan mempunyai 24 ruangan. Namun, hanya sem­bilan ruang kelas yang mempunyai meja dan kursi. Sedangkan 15 lainnya belum mempunyai fasilitas vital tersebut.

Hampir sebulan para pelajar ini harus ngampar di lantai untuk mengikuti KBM. Tentu saja hal itu dipermasalahkan oleh orangtua murid. Pasalnya, sebagian anak jatuh sakit.

Dacim (32), warga Dusun Bojong, Desa Rengasdengklok Selatan, mengatakan jika anaknya sering jatuh sakit karena selalu duduk di lantai sekolah saat pembelajaran.

“Waktu pulang sekolah, anak saya langsung jatuh sakit, ketika ditanya kenapa sakit, ia bilang kedinginan. Di sekolah belajar­nya duduk di lantai,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres (Radar Bogor Group).

Dacim pun kaget bukan kepalang dengan pengakuan anaknya tersebut. Oleh karena itu, ia langsung ke sekolah untuk melihat lokasi. ”Ternyata memang benar di sekolah tersebut  ada 15 ruangan yang tidak menggunakan kursi dan meja,” tegas Dacim.

Pantuan Pasundan Ekspres saat mendatangi sekolah tersebut, ratusan murid sedang duduk lesehan. Mereka harus duduk di lantai untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Kepala SD Negeri Rengasdengklok Selatan 2, Adung Suherman menje­laskan, sekolahnya memiliki 24 ruangan, tiga tingkat dan setiap lantai mempunyai delapan ruangan.

“Tiap lantai ada delapan ruang kelas yang terdiri kurang lebih 45 siswa. Memang fasilitas kami masih sangat kurang.

Dari tiga lantai itu, hanya satu lantai yang meja dan kursinya sudah lengkap, yaitu lantai dasar.

Ia menjelaskan, lantai dua baru satu ruangan sedangkan lantai tiga belum ada satu meja pun. Bahkan, meja yang ada di sebagian ruangan masih menggunakan meja yang lama,” papar Adung.(jp

Wednesday, February 8, 2012

Rabu, 01 Februari 2012 , 08:27:00 50 Ribu Guru Gugur

JAKARTA–Pelaksanaan uji kompetensi bagi calon peserta sertifikasi guru semakin dekat. Ujian ini bakal digelar pada 25 Februari mendatang.

Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) sudah menyebar 300 ribu kuota peserta uji kompetensi. Dari jumlah ini, ditetapkan kuota kelulusan sebesar 250 ribu. Artinya 50 ribu guru peserta uji kompetensi dipastikan gugur.

Kepala BPSDMP-PMP, Syawal Gultom mengatakan, uji kompetensi tahun ini adalah pelaksanaan yang pertama. Ujian untuk mengukur tingkat kompetensi para guru sebelum ikut sertifikasi ini ditetapkan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 25 Februari nanti.

Gultom menerangkan, pada pelaksanaan uji kompetensi periode perdana ini, pihaknya menggunakan sistem pemeringkatan. Jadi, seluruh peserta dari penjuru Indonesia akan diperlakukan sama dalam penilaian. Selanjutnya, mereka akan diranking, mulai yang tertinggi hingga terendah.

“Peserta di urutan 251 ribu ke bawah, tidak lolos ujian,” tandasnya. Ini merujuk pada kuota sertifikasi guru tingkat nasional sebesar 250 ribu orang.

 Pihak BPSDMP-PMP sendiri memang memberikan kuota peserta uji kompetensi lebih besar dibandingkan daya tampung sertifikasi guru. Alasannya, menurut Gultom, agar ada kompetisi yang terjadi di antarguru.

“Jika jumlahnya disamakan, berarti seluruh peserta uji kompetensi lulus semua,” katanya. Jika peserta uji kompetensi lulus seluruhnya, tidak bisa mengukur seberapa besar kemampuan guru.

 Dalam pelaksanaannya nanti, hampir sama dengan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Yakni peserta akan mengikuti ujian di beberapa ruang kelas yang sudah disiapkan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) provinsi, bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Selain itu, kata Gultom, panitia di tingkat daerah juga sudah menjalin kerjasama dengan kepolisian setempat. Uji kompetensi akan menggunakan sistem pengamanan berlapis untuk melindungi dari potensi kebocoran soal.

Soal yang akan dikerjakan nantinya tidak sama di antara semua guru. Soal dibagikan sesuai dengan mata pelajaran yang diampu guru bersangkutan.

“Bagi guru bidang studi matematika, ya soalnya matematika,” jelas Gultom. Begitu pula dengan guru kelas di tingkat SD, soal akan disesuaikan dengan kurikulum kelas yang diajar setiap hari.

Gultom meminta para guru tidak perlu menanggapi dengan berlebihan uji kompetensi ini. Dia mengakui jika selama ini banyak penolakan terhadap pelaksanaan uji kompetensi.

Alasannya, ujian tersebut dianggap upaya menghambat guru untuk mengikuti sertifikasi guru. Kekhawatiran ini terutama bakal dihadapi guru-guru senior.

Meski akhirnya penilaian menggunakan sistem pemeringkatan, tetap akan mempertimbangkan penyebaran guru. Peserta yang lolos nanti tidak hanya fokus di pulau tertentu.

“Peserta yang lolos harus menyebar, sesuai kondisi pendidikan di daerah tertentu,” ujar Gultom. Dia menjamin pelaksanaan uji kompetensi ini jauh dari praktik KKN.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sulistyo, masih berat untuk menerima uji kompetensi itu.

Dia mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak perlu menggelar uji kompetensi tadi. “Kan waktu sertifikasi guru nanti ada ujiannya. Apakah harus diuji dua kali?” kritiknya.

Sulistyo mengatakan, hasil Rakernas IV PGRI yang dihelat di Bandung akhir pekan lalu, pihaknya akan berdiskusi lagi dengan BPSDP-PMP. Diharapkan, dalam pertemuan nanti bisa muncul formulasi baru untuk meningkatkan profesionalisme guru.

Sulistyo juga berharap, target menuntaskan program sertifikasi guru pada 2015 nanti bisa terwujud.  “Jika uji kompentensi bisa menghambat (guru ikut sertifikasi, red), maka target tadi bisa meleset,” kata dia.

Sulistyo juga berharap, uji kompetensi bisa diimbangi dengan perbaikan sistem pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) yang bagus.

Dia berharap, pencairan TPP sudah menjadi satu paket dengan gaji bulanan. Praktiknya saat ini, TPP dicairkan dengan sistem dirapel. Itu pun sering disunat oleh oknum Disdik kabupaten atau kota. (wan)

Alamat

Blog : 20201065.blogspot.com
Phone : 085811770380
PIN BB : 2AF6B942